Salam Pembuka

Kehidupan adalah hal yang tidak dapat diprediksikan, tetapi kualitas hidup sangat butuh untuk direncanakan..
Hasil baik yang dicapai hari ini merupakan buah dari rencana matang yang ditentukan hari kemarin..
Maka berbuatlah baiklah untuk hari ini, sembari memikirkan suatu yang lebih baik untuk hari esok..

Sabtu, 02 November 2013

Oh, Indonesia.. Mutiara di Tengah Lumpur Gelap.. (Part 1)


Indonesia merupakan salah satu negeri yang dipandang dalam lingkup benua asia. Kekayaan alam, ketersediaan sumber daya manusia, serta pangsa pasar yang luas membuat Indonesia menjadi lahan yang sangat potensial. Banyak sekali negara-negara barat yang memuji kekayaan alam dan budaya Indonesia. Tak sedikit pula yang secara langsung berkunjung ke dalam negeri untuk membuktikan betapa indahnya panorama negeri ini. Pengunjung dari negara-negara barat berondong-bondong mengunjungi Indonesia, sedangkan rakyat Indonesia sendiri tidak perlu repot-repot untuk berkunjung ke luar negeri untuk menikmati pemandangan dan rekreasi alam yang eksotik. Indonesia memiliki kekayaan alam yang merupakan salah satu yang terindah di dunia. Tempat rekreasi yang beragam tersebut antara lain Raja Ampat, Taman Nasional Wasur, dan Cartensz Pyramid di Papua, Air Terjun Moramo di Sulawesi, Green Canyon di Jawa Barat, Taman Nasional Baluran dan Ranu Kumbolo di Jawa Timur, Gunung Pasir Parangkusumo di Jogjakarta, Hutan Hujan Tropis di Kalimantan, Pantai Kuta di Bali, Taman Sakura di Jawa Barat, serta Taman Nasional Way Kambas di Lampung. 

Selain berbagai potensi yang sangat luar biasa itu, Indonesia memiliki puluhan kekayaan alamiah yang tak tertandingi oleh negara mana pun di dunia. Potensi yang mengantarkan Indonesia menjadi pemegang rekor dunia itu antara lain :
  1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau, termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni.
  2. Indonesia memiliki 3 dari 6 pulau terbesar di dunia, yaitu Pulau Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Pulau Sumatera (473.606 km2) dan Pulau Papua (421.981 km2)
  3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
  4. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Menggunakan 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa tersebut
  5. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
  6. Indonesia memiliki Terumbu Karang (Coral Reef) terkaya di dunia (18% dari total dunia) dan memiliki species ikan hiu terbanyak di dunia (150 species).
  7. Indonesia menempati peringkat pertama dalam produk pertanian, yaitu cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta peringkat kedua dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
  8. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia. 
  9. Indonesia memiliki biodiversity Anggrek terbesar di dunia yaitu sekitar 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua. 
  10. Indonesia memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat untuk mencegah pengikisan oleh air laut atau abrasi pantai

Potensi yang sangat luar biasa tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional. Rakyat Indonesia tidak hanya sedikit jumlahnya dalam hal keahlian teknis, selain itu moral dan sistem nilai yang dikandungnya semakin menurun tajam. Kejahatan politik dan sosial, konflik agama dan suku, ancaman bencana alam, pelecehan terhadap kaidah moral dan hak asasi manusia, dan lain sebagainya menadakan bahwa rakyat Indonesia belum siap menjadi bangsa yang kaya dan sejahtera. Rakyatnya sendiri yang masih bermental negara kecil. Hal yang sangat wajar sekali ketika dikatakan bahwa manusia merupakan komponen yang paling bertanggung jawab atas setiap kerusakan dan keburukan yang terjadi dalam suatu lingkup negara, sebab alam tidak pernah salah, agama tidak mengajarkan kejahatan, ajaran moral pun selalu mengamanatkan kebaikan terhadap sesama manusia. Rakyat suatu bangsa sangat jelas diutus untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Tetapi jika rakyat suatu bangsa sudah mengabaikan fungsinya tersebut, maka sifat egois (anthroposentris) akan memicu mereka untuk melakukan segala cara untuk mensejahterakan dirinya sendiri secara personal. Akibatnya, kaidah-kaidah lingkungan serta moral terkadang diabaikan dengan tanpa rasa bersalah.
Karakter umum dari suatu rakyat merupakan representasi dari pemimpin, sehingga selama pemimpin negeri ini dipegang oleh para pejabat yang tidak baik maka rakyat pun akan bertingkah serupa dengan pemimpinnya. Bagaimana pemimpin ingin mengayomi rakyatnya apabila membimbing diri sendiri pun cenderung tidak mampu. Oleh karena itu, generasi penerus yang saat ini berjiwa muda, masih mencari bentuk jati diri yang mendekati sempurna, harus menyiapkan diri dari sekarang. Para pemuda saat ini mau tidak mau akan naik menggantikan para pemimpin yang menjabat sekarang. Jika terdapat kebaikan yang patut dicontoh dari pemerintah saat ini maka itu menjadi sebuah wawasan bagi pemuda, tetapi usaha yang paling sulit dan patut diperjuangkan adalah mengurangi bahkan menghapus kebiasaan buruk yang telah menjadi mata rantai selama berabad-abad lamanya. Para pemuda harus mempunyai sebuah idealisme yang positif tentang pemberlakuan kebaikan di seluruh lini kehidupan., sebab seburuk-buruknya pemimpin adalah orang yang ditakuti karena kejahatannya. (Continued.. part 2)