Salam Pembuka

Kehidupan adalah hal yang tidak dapat diprediksikan, tetapi kualitas hidup sangat butuh untuk direncanakan..
Hasil baik yang dicapai hari ini merupakan buah dari rencana matang yang ditentukan hari kemarin..
Maka berbuatlah baiklah untuk hari ini, sembari memikirkan suatu yang lebih baik untuk hari esok..

Sabtu, 18 Mei 2013

RAPAT DPR SEPERTI GAMEZONE





Berdasarkan berita yang diangkat Merdeka.com tertanggal 16 Mei 2013, salah satu anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Salim Mengga, tertangkap kamera sedang bermain game saat rapat terkait e-KTP di gedung DPR. Hal yang sangat menggelikan jika merunut kembali berbagai sikap yang ditunjukkan oleh beberapa anggota DPR saat rapat, ada yang asyik mengobrol sendiri (bisa ya mengobrol sendiri? hehe), ada yang bermain tertidur pulas, ada yang bermain game, sampai ada pula yang menonton video mesum.


Kita tahu dan sangat paham bahwa DPR adalah perwakilan rakyat untuk menyampaikan aspirasi yang merepresentasikan kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Mereka adalah Dewan Perwakilan Rakyat, bukan Dewan Permainan dan Refreshing. Fasilitas dan tunjangan diatas rata-rata harusnya membuat setiap anggotanya menjadi semangat dan terpacu untuk memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan rakyatnya.

Berikut fasilitas, yang diterima Anggota DPR-RI, periode 2004-2009:

A. Gaji pokok dan tunjangan 

1. Rp 4.200.000 per bulan
2. Tunjangan
a. Jabatan Rp 9.700.000 per bulan
b. Uang paket Rp 2.000.000 per bulan
c. Beras Rp 30.090 per jiwa per bulan
d. Keluarga: suami/istri sebanyak 10% x Gaji Pokok Rp 420.000 per bulan. Anak sebanyak 25 x Gaji Pokok Rp 84.000 per jiwa per bulan
e. Khusus PPH, Pasal 21 Rp 2.699.813

B. Penerimaan lain-lain
1. Tunjangan kehormatan Rp3.720.000 per bulan
2. Komunikasi intensif Rp 4.140.000 per bulan
3. Bantuan langganan listrik dan telepon Rp 4.000.000
4. Pansus Rp 2.000.000 per undang- undang per paket
5. Asisten anggota (1 orang Rp 2.250.000 per bulan)
6. Fasilitas kredit mobil Rp 70.000.000 per orang per periode

C. Biaya perjalanan
1. Paket pulang pergi sesuai daerah tujuan masing-masing
2. Uang harian:
a. Daerah tingkat I Rp 500.000 per hari
b. Derah tingkat II Rp 400.000 per hari
3. Uang representasi:
a. Daerah Tingkat I Rp 400.000
b. Daerah Tingkat II Rp 300.000
(Keterangan: lamanya perjalanan sesuai program kerja, dan sebanyak-banyaknya 7 hari per sepekan untuk kunjungan kerja per orangan, dan 5 hari untuk kunjungan kerja tim komisi per gabungan komisi)

D. Rumah jabatan
1. Anggaran pemeliharaan
- RJA Kalibata, Jakarta Selatan Rp 3.000.000 per rumah per tahun
- RJA Ulujami, Jakarta Barat Rp 5.000.000 per rumah per tahun
2. Perlengkapan rumah lengkap

E. Perawatan kesehatan uang duka dan biaya pemakaman

1. Biaya pengobatan oleh PT Askes
- Anggota DPR, suami/anak kandung/istri dan atau anak angkat dari anggota yang bersangkutan.
- Jangkauan pelayanan nasional:
Di provider di seluruh Indonesia yang ditunjuk termasuk provider ekslusif untuk rawat jalan dan rawat inap.
2. Uang duka :
- Wafat (3 bulan x gaji)
- Tewas (6 bulan x gaji)
3. Biaya pemakaman Rp 1.050.000 per orang

F. Pensiunan
1. Uang pensiun (60% x gaji pokok) Rp 2.520.000 per bulan
2. Tunjangan beras Rp 30.090 per jiwa per bulan 

(Sumber http://news.liputan6.com/read/518319/rincian-gaji-anggota-dpr-ri-totalnya-mencapai-rp-1-m-per-bulan)

Dilihat dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa total penerimaan gaji anggota DPR per bulannya dapat mecapai Rp. 1 Milyar !! Sedangkan di setiap pelosok-pelosok tanah air masih banyak rakyat yang tinggal hanya beralaskan rumput di bawah kolong jembatan, tidur di pinggir-pinggir rel kereta api, dan lain-lain. Dimana program pemerintah dalam bentuk riil yang ingin mengurangi kesenjangan antar wilayah, sedangkan dalam konteks antara pemimpin dan yang dipimpin saja sudah menciptakan jurang ekonomi yang begitu dalam.

Kenyataan ini kemudian diperparah lagi dengan para anggota DPR yang kebiasaannya bermain game, nonton film porno, disaat rapat berlangsung. Dimana letak tanggung jawab moral mereka?? Atau paling tidak, apakah mereka pernah membayangkan jeritan rakyat miskin yang menari di pelupuk mata mereka sendiri? Apakah setiap jari yang ditekan pada tombol gadget mereka dapat menambah kesejahteraan rakyat? apakah point yang diperoleh dalam game yang dimainkan bisa menambah kesejahteraan rakyat? DAN,,, apakah kenikmatan yang mereka dapat saat menonton video porno dapat memberikan kenikmatan hidup bagi jutaan warga miskin di luar sana??

Hidup memang hanya permainan dan senda gurau belaka kata Allah. Tetapi bukan berarti kita harus mengisinya dengan permainan (games) pula. Hidup yang paling indah adalah mereka yang berguna dan berkontribusi lebih buat kebahagiaan orang lain, bukan untuk kebahagiaannya sendiri saja. Kita butuh sosok pemimpin yang tegas, yang tidak pilih bulu dalam memberikan sangsi bagi anggota-anggotanya yang kurang dalam hal moral. Semoga Indonesia bisa menjadi lebih baik. Ketika pemimpin-pemimpin baik, maka rakyat juga akan mengikuti. Wallahu’alam.