Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2014

Semakin Indonesia Baru, Semakin Rindu Masa Lalu




Sepak terjang subjek politik di tahun yang penuh dengan atmosfer politik ini memang sangat menarik diamati. Tidak usah jauh-jauh, kanal politik dalam media kompasiana ini saja telah menjadi ‘gudang gula bagi semut-semut’ yang secara langsung merasakan tingginya euforia dari publik dalam menyongsong pesta demokrasi yang berlangsung dalam periode lima tahunan itu. Kita merayakan itu dengan tulisan-tulisan kita disni. Pada awal bulan April mendatang, pesta itu akan disuguhkan terlebih dahulu dengan ‘makanan pembuka’ untuk menyiapkan diri menyongsong ‘makanan utama’ lepas tengah tahun nanti. Walaupun masih terbilang memiliki waktu jeda cukup lama, tapi para calon maupun bakal calon yang mengincar kursi RI-1 telah melakukan ancang-ancang, baik dengan tindakan nyata maupun yang bersifat siluman. Pergerakan yang tak kasat mata (underground) memang harus diakui lebih favorit untuk diterapkan, mengingat saat ini belum waktunya pelaksanaan kampanye untuk para calon. Selain itu, kampanye terselubung memungkinkan salah satu pihak untuk melakukan penetrasi strategi tanpa bisa dibaca oleh pihak yang dianggap saingan.

Jual-beli politik seakan berlangsung dengan jumlah yang tak terhitung dalam medan frekuensi transaksi yang tidak nampak nyata. Lobi-lobi politik pun semakin gencar dilakukan antar komponen yang memang mengincar kedudukan setelah pesta demokrasi nanti berakhir. Para calon yang dipublikasikan oleh media sebagai orang yang baik, belum tentu dia memang baik. Sebaliknya calon yang selalu dicitrakan negatif oleh awak media, belum

Rabu, 26 Februari 2014

Wilayah Perbatasan, (Harusnya) Pintu Gerbang Negara


Pengantar

Data yang dipaparkan oleh Direktorat Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal Bappenas menyatakan bahwa luas total garis pantai di Indonesia berjumlah 81.900 kilometer. Dominasi wilayah laut dari salah satu negara kepulauan dan maritim terbesar di dunia ini menyebabkan adanya batas perairan dengan wilayah negara lain. Wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Kepulauan Palau, Australia, Timur Leste, dan Papua Nugini. Perbatasan langsung dengan perairan negara lain tersebut sehingga ada istilah pulau-pulau terluar, jumlahnya mencapai 92 pulau. Selain batas laut, ada pula batas darat yang memisahkan daratan Indonesia dengan beberapa negara tetangga. Negara yang berbatasan darat langsung dengan negara kita adalah Malaysia, Timur Leste, dan Papua Nugini. Jika dirinci, batas-batas itu tersebar di 3 pulau, 4 provinsi, dan 15 kabupaten/kota. Masalah krusial yang masih menjadi pekerjaan rumah rumit bagi pemerintah adalah terkait paradigma berpikir. Bahkan kita semua, tidak hanya pemerintah, masih memandang wilayah perbatasan sebagai suatu entitas kumuh, jauh dari peradaban, kurang menarik bagi investor, sehingga jarang dilakukan pembangunan infrastruktur. Kita masih melihat dengan sudut pandang inward looking, belum serta merta menggunakan outward looking. Jadilah kemuadian wilayah perbatasan seakan menjadi ‘pelengkap’ eksistensi sebuah negara kepulauan terbesar di dunia.

Konstitusi Wilayah Pesisir & Pulau Kecil

Potensi kekayaan bahari yang terkandung di perairan Indonesia sungguh sangat istimewa. Seluruh dunia tidak ada yang pernah mengingkarinya, Indonesia kini adalah negara kaya yang (hanya) belum mampu memaksimalkan potensi alamnya. Rencana pengelolaan wilayah laut di Indonesia bisa dikatakan cukup lamban. Peraturan tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil secara masif baru saja disusun pada tahun 2007, itu pun hanya dalam bentuk Rancangan Undang-Undang. Pada akhir tahun 2013 yang lalu, Kementerian Kelautan

Jumat, 14 Februari 2014

‘Perang’ Facebook SBY vs PM Singapura


Selayang Pandang

Sosial media Facebook tidak bisa dipungkiri sudah menjadi tren kehidupan masa kini. Pengguna aktif yang terdata pada hingga medio oktober 2013 telah menembus angka 1,19 miliar. Kalau dalam istilah dagang, itu baru berat bersihnya (Netto), belum lagi jika dihitung kotornya (Bruto) yang terkait dengan pengguna akun musiman, hacker, ataupun pengguna yang mendaftar untuk sekedar iseng saja. Facebook terkenal berkat fitur-fiturnya yang mudah diingat atau terkesan friendly, publikasinya pun gencar, sehingga memancing setiap pengguna untuk login, login, dan login lagi.

Pengguna Facebook datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak remaja alay yang sedang sibuk dengan kisah cinta monyetnya, anak muda yang sedang sibuk dengan titel barunya sebagai pengangguran selepas kuliah, ibu-ibu rumah tangga yang sedang memasak di dapur sambil memegang gadget, para pria paruh baya yang sedang mencalonkan diri jadi pejabat dengan wadah partai, sampai tokoh politik yang sedang ingin melakukan pencitraan demi menggalang suara di pemilu. Sekarang, para pejabat pemerintahan tidak mau kalah narsis, tidak rela kalah eksis.

Terlalu Melankolis

Berita terhangat yang sedang dibahas di berbagai media saat ini adalah mengenai pro-kontra penamaan KRI (Kapal Republik Indonesia), yang umumnya digunakan sebagai armada

Selasa, 04 Februari 2014

[Pendidikan & Pembudayaan] Saya Senada dengan BJ Habibie




Pada sore hari ini para pilar pergerakan organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bersilaturahim ke kediaman BJ Habibie di kawasan Kuningan. Kegiatan sowan ini yang wajar dilakukan oleh anggota organisasi kepada salah satu Dewan Kehormatannya. Silaturahim membicarakan seputar komitmen ICMI untuk tetap menjadi motor terdepan dalam menghadirkan manusia-manusia unggul demi masa depan Indonesia, dengan berada pada satu wadah organisasi, mereka kudu melepas atribut partai masing-masing jika berada pada pesta demokrasi 2014.

Jenius yang Terasing

BJ Habibie menurut saya pribadi adalah sosok jenius yang, entah kenapa, diasingkan oleh bangsanya sendiri. Seorang yang memiliki revolusi berpikir tingkat tinggi, namun tidak mendapat penghargaan yang semestinya disini. Kenapa lantas negara sekelas Jerman bisa menggunakan kemampuan dan jasa BJ Habibie jika memang kemampuan beliau remeh? Saya sangat berharap beliau bisa memimpin negara ini sekali lagi. Beliau sungguh salah satu idola dari sudut pandang seorang negarawan.

Senin, 03 Februari 2014

[Sosok] Gus Dur “Addakhil”, Sebuah Warna Pemerintahan Indonesia




Selayang Pandang

Menulis tentang sosok kyai selalu punya tantangan tersendiri jika dilakukan dalam negeri kita yang sangat agamis. Lebih dari itu, kita hidup di negara dengan penduduk Islam paling besar di dunia. Aku pun kini berada di Jawa Timur, yang notabene punya sejuta pesona berbagai pesantren, ‘rumah’ bagi ribuan ulama besar. Aku ingin lebih khusus membahas mengenai sosok ulama kharismatik kelahiran Jombang, sekaligus bapak presiden kita yang keempat setelah Soekarno, Soeharto, dan Habibie. Beliau lahir sebagai Abdurrahman Addakhil (“addakhil” = penakluk), tetapi karena tidak cukup dikenal maka diganti menjadi Abdurrahman Wahid. Beliau lahir dari keturunan ulama besar Jawa Timur sekaligus pemimpin Nahdatul Ulama (NU), ayahnya bernama Kyai Wahid Hasyim, kakeknya adalah Kyai Haji Hasyim Asy’ari; para ‘dedengkotnya’ NU. Lahir dari keluarga terpandang, membuat Wahid kecil tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, penuh kekuatan spiritual, elegan, dan mengerti problema umat.

Abdurrahman Wahid ibarat keladi, makin tua makin jadi. Beliau setelah dewasa lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur (Gus panggilan elegan dan penghormatan bagi ulama di Jawa Timur). Alur karirnya dalam dunia politik dibangun dari basis agama, dimana saat itu kaum ulama dan pesantren memegang kendali yang besar dalam tatanan negara. Perlahan namun pasti, beliau meraih dukungan kalangan ulama seluruh Indonesia untuk maju menjadi RI-1. Arah yang jelas baginya, mengingat sebelum berhasil menjadi presiden, beliau aktif di berbagai forum dan perhimpunan pergerakan. Beliau juga tidak sulit mengambil-alih kursi kepemimpinan NU setelah periode sang ayah. Gus Dur menjadi ketua NU selama 3 periode berturut-turut sebelum akhirnya menduduki kursi presiden. Gus Dur diakui sebagai revolusionis dalam tubuh NU, dan selalu disegani oleh presiden Soeharto pada masa itu.

Jumat, 31 Januari 2014

Syair Teruntuk Korban Banjir





Tetes air mata tiada henti membasahi pipi..
Memandang jenuh air surut selutut kaki..
Banyak sudah harta kami raib dibawa pergi..
Anak semata wayang pun hanyut terbawa lari..
Oleh deru amukan bah semalam tadi..

Kepingan takdir datang keras mengkerak..
Hendak jiwa kubiarkan berteriak..
Namun tubuh ini kaku, kelu, enggan bergerak..
Tetanggaku, kampungku, semua histeris berontak..
Aku tak bisa, hanya istri kini bersandar di pundak..

Aku ingin berduka, menumpah segala asa..
Aku ingin kecewa, menghina sebuah sandiwara..
Aku ingin putus asa, meregang sendiri tali nyawa..
Seketika kelebat hitam hadir ingatkan dosa..
Dosa, kegemaran setiap umat manusia..

Insan bijak banyak bertanya..
Adakah banjir ini salah siapa..
Apakah tata ruang serta rencana kota..
Sungguh, tidak ada apa dan bagaimana..
Hanya manusia yang sudah lupa kodratnya..

Kusadari kini kelalaian datangkan cobaan..
Untuk yang memuja ‘berhala’ kejahatan..
Untuk yang menggilai haramnya obat-obatan..
Untuk yang membabi buta tebang hutan..
Untuk yang rakus korupsi di pemerintahan..

Kini, aku tak berharap dikunjungi kepala negara..
Alihkan saja uang jalan agar terbebas kami dari lara..
Kampung ini kian kumuh bagi tamu istimewa..
Biarlah kami saja yang menderita..
Tak perlu kalian memakai topeng pura-pura..

Wahai, Tuhan Yang Mendengarkan..
Datangkan banjir ini untuk kebaikan..
Hapuskan dosa dan kekejian..
Gantikan generasi penuh kebobrokan..
Hingga negeri aman penuh kedamaian..

Selasa, 28 Januari 2014

Jokowi (dalam) Menghindari Pusaran Gratifikasi


Harus diakui bahwa menjadi seorang pejabat pemerintahan perlu dengan hati yang tulus untuk mengabdi dan berkontribusi. Kalau tidak begitu, ratusan peraturan yang mengikat telah siap merongrong setiap kesalahan dan pembangkangan para pegawai. Salah satu norma hukum yang mengatur pejabat pemerintahan itu adalah terkait dengan gratifikasi. Gratifikasi menurut penjelasan pasal 12B UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi meliputi pemberian uang, barang, rabat (potongan harga), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya kepada setiap pegawai negeri dan pejabat penyelenggara negara.

Baru-baru ini Jokowi sebagai Gubernur Jakarta telah dua kali melaporkan pada KPK barang yang memicu pidana gratifikasi hasil pemberian orang lain. Barang yang pertama berupa Gitar merk Ibanez yang diberikan oleh grup band Metallica. Barang kedua berupa kacamata merk Hawker oleh pembalap GP handal asal Spanyol, Jorge Lorenzo. Kedua orang ini tentu saja adalah orang yang sangat terkenal dan memiliki banyak fans. Kedekatan mereka dengan orang nomor satu di DKI Jakarta, melalui pemberian barang, akan langsung mendapat sorotan tajam dari mata dan kamera yang berkeliaran. Apresiasi patut diberikan kepada Jokowi dengan kesediaannya melapor kepada KPK sebagai lembaga indpenden penanganan kasus rasuah di Indonesia. Pada pelaporan pertama, gitar dari Metallica harus disita karena dianggap murni sebagai gratifikasi, karena band tersebut akan melangsungkan konser di Jakarta. Pelaporan kedua untuk pemberian kacamata masih dalam tahap proses.


Sabtu, 18 Januari 2014

Konsep Desa Millenium (DEMI) Energi

Ilustrasi


Saya sejak dulu punya impian untuk membantu masyarakat pedesaan agar bisa mandiri, dan tidak selalu berada di bawah bayang-bayang masyarakat kota. Saya sadar bahwa desa adalah daerah penyangga yang tidak berubah secara signifikan walaupun negara dalam kondisi krisis. Desa juga adalah pemasok utama kebutuhan pokok bagi setiap kepala yang ada di kota. Pemimpin-pemimpin besar Indonesia sejak dulu bisa dilihat di buku sejarah, mayoritas adalah putra-putra terbaik di desa kecilnya masing-masing. Oleh karena itu, jika ada yang memiliki pandangan yang sama dengan saya, mari berinovasi untuk memajukan desa. ^_^

Dasar Pemikiran :

Salah satu kandungan isi dari Instruksi Presiden Nomor 03 Tahun 2010 Tentang Percepatan Pencapaian Tujuan Millenium Development Goals (MDGs) yaitu Program pemberdayaan usaha mikro dan kecil. Masyarakat desa-desa di Indonesia pada umumnya cenderung memiliki bidang usaha dengan skala mikro dan kecil. Dukungan pemerintah sangat berarti bagi mereka, yaitu melalui kebijakan-kebijakan yang memihak sektor usaha menengah ke bawah, beberapa diantara usaha itu antara lain pengembalian fungsi koperasi desa.

Fakta di lapangan :

Ada beberapa desa di daerah-daerah seluruh Indonesia, yang terletak jauh dari wilayah kota. Secara geografis wilayah administrasi desa dikelilingi oleh bukit-bukit dan pegungungan. Mayoritas dari masyarakat setempat mengandalkan sektor pertanian dan peternakan sebagai mata pencaharian utama.

Inovasi yang ditawarkan :

Wilayah desa yang secara geografis telah dikelilingi oleh bukit dan juga hutan, menjadikan itu sebagai batas wilayah yang tegas dari daerah luar. Pada teorinya, batas ini berfungsi sebagai pembatas perkembangan desa agar tidak tumbuh secara liar di masa yang akan datang. Kemudian, desa ini memiliki sebuah strategi khusus untuk tumbuh menjadi desa yang mandiri, yaitu konsep revitalisasi fungsi koperasi desa. Koperasi desa difungsikan sebagai penampung sampah rumah tangga dan kotoran hewan. Masyarakat yang memiliki sampah dan kotoran hewan peliharaannya di rumah, harus menyetor ke koperasi ini dan mendapat bayaran sesuai beratnya. Sampah dan kotoran hewan ini akan diolah oleh koperasi menjadi gas dan pupuk. Gas nantinya akan dan pupuk setelah jadi dijual kembali kepada masyarakat. Bagian yang tak terlupakan adalah, metode yang digunakan dalam pertanian dan peternakan. Masyarakat bertani dengan sistem tanam silang, jika total lahan pertanian ada 30 hektar, maka pada saat yang sama lahan itu ditanami padi (10 Ha), Kedelai (5 Ha), Jagung (5 Ha), Bawang (5 Ha), dan Sayuran (5 Ha). Harapannya agar tidak terjadi ketidakadilan terhadap para petani serta kelangkaan bahan makanan. Untuk peternakan, selain kotorannya, susu dan daging dari hewan peliharaan masyarakat bisa dijual ke koperasi, dengan harga yang bersaing dari harga di pasaran luar desa. Masyarakat secara utuh memiliki kesadaran akan ketahanan pangan di desa ini, serta keberlanjutan lingkungan di masa depan. Jika ada pengunjung dari luar desa yang ingin singgah membawa kendaraan bermotor, maka disediakan parkir di perbatasan desa yang dijaga oleh petugas. Target dari desa ini di tahun 2020 menjadi desa yang bebas kemiskinan sesuai dengan target pemerintah, yaitu Indonesia bebas kemiskinan tahun 2020.

Rabu, 01 Januari 2014

Bima, Tanah Magisnya Indonesia..


Ini daerah apa..?
Setiap sudut hanya ada gunung..
Gersang, kering, tak bernyawa..
Dedaun meranggas musnah menyedihkan..
Sapi dan domba enggan keluar..
Tanah lapang jadi lahan pengeringan ikan..

Ini daerah apa..?
Kulit masyarakatnya cokelat mengkilat..
Tatapan mata tajam, naluri pembunuh..
Tebasan pedang teteskan darah perang..
Pemudanya tak takut untuk mati muda..

Tanah ini milik siapa..?
Tanah yg ada sejak jaman raja..
Tanah yg magisnya tiada tara..
Rajanya sanggup berjalan di atas samudera..
Rajanya disegani para empunya legenda..

Tanah ini milik siapa..?
Indonesia bernafsu menutupi sejarahnya..
Sejarah tanah yg berjuang melawan jepang belanda..
Sejarah tanah yg harusnya jadi daerah istimewa..
Tanah dgn potensi yg luar biasa..

Kenapa masih bertanya..?
Ini bukan tentang Aceh ataupun Jogja..
Ini juga bukan masalah Jakarta apalagi Papua..
Sebuah negeri kecil di seberang sana..
Yang menyisakan jejak kaki Gajah Mada..
Yang Seorang Peramal tak diterima 'sang penjaga'..

Kenapa masih bertanya..?
Tanah ini kering karena jajaran gunung, bukan mati..
Lebih subur dari apa yg terpikir oleh ahli tani..
Dedaun meranggas karena matahari, bukan mati..
Intensitas cahaya matahari tak perlu dicari..
Mata tajam para pemuda menusuk, bukan untuk mencaci..
Sebatas ketegasan yang tak rela dinodai..

Kenapa masih bertanya..?
Seberapa pun kuat ditutupi..
Tanah ini akan menampakkan diri..
Sejarah tak boleh mati..
Untuk sebuah daerah yang selalu punya jati diri..

Sabtu, 02 November 2013

Oh, Indonesia.. Mutiara di Tengah Lumpur Gelap.. (Part 2)


Menilik dari sejarahnya, bangsa ini dahulu pun dibangun oleh semangat perjuangan para pemuda. Golongan pemuda sangat berandil besar dalam memberikan hembusan semangat revolusi bagi kemerdekaan Indonesia. Para pemuda pula yang mengilhami semangat persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam sebuah komitmen bersama. Tokoh Indonesia yang merupakan Sang Proklamator pernah berkata : “Berikan aku 10 pemuda, maka aku akan merubah dunia”. Hal ini menadakan bahwa para pemuda sangat diperlukan dalam hal pemikiran-pemikiran (ide) kreatif dan inovatif, sehingga perjuangan maupun perkembangan tidak monoton dan stagnan. 

Indonesia saat ini sangat merindukan perubahan ke arah yang lebih pasti dan positif. Siapa yang bisa melakukan ini untuk Indonesia? Tentu bukan generasi tua, melainkan generasi muda. Bangkitnya pemuda Indonesia harusnya melahirkan pemimpin muda karena permasalahan Indonesia sudah sedemikian kompleks sehingga solusi yang diperlukannya tak bisa lagi sekadar berjangka pendek namun memiliki horizon berjangka panjang. Syaratnya tentu adalah bahwa pemuda tersebut mesti menunjukkan bahwa ia mampu menjadi subyek dan bukan menjadi obyek dalam dinamika masyarakat. Indonesia butuh pemikiran-pemikiran dan pola tindakan yang inovatif dari para pemuda harapan bangsa. Pemuda harus bertindak sebagai produsen, tidak hanya menjadi konsumen suatu produk. Para pemuda harus lebih bersifat zuhud dari pada memikirkan trendsetter yang notabene merupakan doktrin hedonisme dari negara-negara zionis. 


Oh, Indonesia.. Mutiara di Tengah Lumpur Gelap.. (Part 1)


Indonesia merupakan salah satu negeri yang dipandang dalam lingkup benua asia. Kekayaan alam, ketersediaan sumber daya manusia, serta pangsa pasar yang luas membuat Indonesia menjadi lahan yang sangat potensial. Banyak sekali negara-negara barat yang memuji kekayaan alam dan budaya Indonesia. Tak sedikit pula yang secara langsung berkunjung ke dalam negeri untuk membuktikan betapa indahnya panorama negeri ini. Pengunjung dari negara-negara barat berondong-bondong mengunjungi Indonesia, sedangkan rakyat Indonesia sendiri tidak perlu repot-repot untuk berkunjung ke luar negeri untuk menikmati pemandangan dan rekreasi alam yang eksotik. Indonesia memiliki kekayaan alam yang merupakan salah satu yang terindah di dunia. Tempat rekreasi yang beragam tersebut antara lain Raja Ampat, Taman Nasional Wasur, dan Cartensz Pyramid di Papua, Air Terjun Moramo di Sulawesi, Green Canyon di Jawa Barat, Taman Nasional Baluran dan Ranu Kumbolo di Jawa Timur, Gunung Pasir Parangkusumo di Jogjakarta, Hutan Hujan Tropis di Kalimantan, Pantai Kuta di Bali, Taman Sakura di Jawa Barat, serta Taman Nasional Way Kambas di Lampung. 

Pemuda, Pembangunan, dan Kemerdekaan

Potensi Pemuda Sang Proklamator, Soekarno, begitu menekankan pentingnya peran pemuda. Ungkapannya yang biasa diulang oleh kita sekarang “ ...